Please Wait...

Yuk, Belajar Literasi Keuangan Untuk Usaha

By kriakreasi

Nov 06 2018

Liputan, Tips

SHARE THIS VIA:
Facebook

Twitter

Pinterest

Akhir pekan lalu saya mengikuti seminar literasi keuangan untuk pengusaha. Saya jelas bukan pengusaha, karena menjalankan bisnis saja angot-angotan. Jelas juga saya bukan produsen, karena  tangan saya panas, menggunting aja miring. Heheheh. Tapi saya suka aneka produk lokal mulai dari tas, baju, pernak-pernik sampai makanan (jelas lah..). hahaha. Maka dari itu kalau masak, saya pun selalu masak makanan tradisional. Jarang banget malah bisa dibilang nggak pernah masak internesyenel gitu. Bikin makaroni cheese aja buru-buru  dihabiskan dan mengurangi susu. Huftt. Lidah ndeso emang nggak bisa nipu. Makan di warung pizza merah itu saja saya sakit perut. Giliran makan jadah perut saya anteng-anteng saja.

Balik ke laptop, acara sabtu pekan lalu tentang literasi keuangan bisnis membuat saya terhenyak. Saya beberapa kali menjalankan bisnis, mulai dari jualan baju, mukena, tas, sampai cokelat. Saya sadari saya nggak telaten bikin catatan keuanga. Saya hanya mencatat uang keluar-masuk dan berapa keuntungan yang saya peroleh. Iya, tanpa saya tahu dan pastikan bisnis saya itu tumbuh atau tidak. Apalagi saya juga sering pakai uang hasil jualan itu untuk sehari-hari, padahal ya seharusnya dikelola sejacara bijak (tsaaah).

Lalu apa saja sih yang harus dilakukan untuk mengelola keuangan bisnis? Satu hal yang perlu diketahui pencatatan keuangan ini bisa dilakukan sejak mulai bisnis lho, nggak harus nunggu ketika bisnis itu berjalan setahun atau dua tahun. Apa saja yang harus dilakukan? Berikut ini rangkumannya:

  1. Bikin Catatan Transaksi

Sebagai penjual setiap saat tentu ada transaksi keluar masuk dengan pembeli kan. Nah, catat dengan detail ya, nama pembeli, tanggal pembelian, no nota/bon, tanggal pembayaran, pembayaran dilakukan secara tunai atau kredit juga harus kamu catat lho. Termasuk jika ada yang membayar uang muka lebih dulu.  Kamu juga harus mencatat secara detail, apabila berbelanja kebutuhan untuk usaha. Berapa modal yang dikeluarkan, uang bensin, dan lain-lain. Termasuk juga ketika kamu membeli barang-barang perlengkapan usaha. Sekecil apapun pengeluaran catat dengan detail.

  1. Bikin Rencana Anggaran

Wah, sudah seperti negara saja ada anggaran. Tapi ini penting lho, membuat rencana anggaran setiap bulan. Jika perlu kamu bisa membuat rencana anggaran setahun ke depan. Apa saja yang perlu dicatat? Kamu bisa membuat kolom sederhana, rencana anggaran, realisasi dan selisih.

Kemudian catatlah bahan baku apa saja yang rutin dibeli dan perkiraan harganya. Kamu bisa menaikkan harga untuk antisipasi adanya kenaikan harga. Apalagi zaman sekarang ya cyiin, harga-harga suka naik turun seperti roller coaster (eeh dia curhat). Membuat rencan anggaran ini juga untuk efisiensi dan penghematan. Jadi kamu nggak belanja seenaknya saja. Hehehe.

  1. Pencatatan Laba Rugi

Nah, ini dia yang lazim dilakukan oleh industri rumahan, pencatatan laba rugi. Kamu bisa mencatatkan berapa pendapatan bisnismu, dan berapa pengeluaran untuk modal dan biaya lain-lain. Ini berasal dari catatan transaksi yang sudah ada. Laba/rugi dapat diketahui dari besarnya pendapatan yang kamu dapatkan dikurangi biaya yang kamu keluarkan.

Pendapatan bisa berasal dari hasil usaha penjualan barang/jasa. Sementara biaya adalah uang yang dikeluarkan untuk biaya produksi dan kebutuhan lain yang mendukung usaha.

Ohiya, perlu kamu ketahui biaya itu meliputi biaya modal/pokok, biaya usaha, biaya pemasaran, dan biaya lain-lain atau biaya tak terduga. Wah, ternyata ada macam-macam ya biaya itu.

  1. Pisahkan Uang Oribadi dan Usaha

Sebagian besar pengusaha rumahan, sudah melakukan hal ini. Namun masih ada juga yang belum memisahkan keuangan usaha dan pribadi. Padahal ini penting lho, termasuk juga pisah rekening. Seringkali online shop lemah ketika diminta rekening selain yang disodorkan. Akhirnya menggunakan rekening pribadi untuk transaksi bisnis, tanpa disadari ini adalah kekeliruan yang berulang. Ibaratnya rekening usaha itu adalah ‘rekan kerja’ mereka akan marah jika uang digunakan bukan untuk kepentingan usaha. Termasuk jika kamu menggunakan kartu kredit. Usahakan jangan ada kartu kredit bersama ya, karena ini akan bahaya untuk usahamu.

  1. Berani Menggaji Diri Sendiri

Nah, ketika kamu punya usaha pernahkah mencoba untuk menggaji diri sendiri? Seperti halnya seorang karyawan? Kebanyakan pasti hanya menikmati keuntungan saja, tanpa berpikir soal gaji. Padahal ini penting lho, karena kamu sudah bekerja dan berhak mendapatkan upah. Memang sih, kamu mendapatkan keuntungan dari hasil usahamu. Tapi suatu hari jika usaha berkembang, kamu pasti akan membagi keuntungan itu yang lain, misalnya untuk investor lain.

Pastinya, ketika memulai usaha kamu harus berani memisahkan rekening, membuat catatan keuangan detail, dan mengetahui perkembangannya. Ohiya, acara kelas literasi itu dibuka dengan kalimat begini,”Usaha bangkrut itu bukan karena omzet, tapi karena catatan keuangan yang berantakan”.

 

Comments 8

  • Asad Agus Saputra November 7, 2018 at 4:58 am

    Wuih mantap banget nih ilmunya, apalagi dalam waktu dekat pengen mencoba usaha kecil2an gitu sangat bermanfaat nih kak ilmunya

    Reply
  • Ameliasepta November 7, 2018 at 5:35 am

    Wahhh ini emang penting banget sih buat aku yang sedang merintis usaha kecil-kecilan. Harus lebih teratur biar keliatan deh untungnya. Thanks info bermanfaatnya kak :3

    Reply
  • Bocah Udik November 7, 2018 at 6:48 am

    Sepertinya kalau menggaji diri sendiri, aku masih belum mampu kak. Liat uang atau laba aja, langsung deh dibelanjakan. Selain itu, aku ga bisa juga memisahkan uang pribadi dengan uang usaha atau bisnis.

    Tapi ga ada salahnya dicoba. Terima kasih kak.

    Reply
  • Eka Mustika Sari November 7, 2018 at 8:28 am

    Saya juga jualan. Tapi masih sering lalai di poin 1 dan 3 itu. Terimakasih ya sudah mengingatkan

    Reply
  • Juli November 7, 2018 at 2:04 pm

    Keren ilmunya, mbak….
    Wlupun usaha kecil-kecilan, pencatatan keuangan ini sangat penting.

    Reply
  • Ruziana November 7, 2018 at 3:25 pm

    Dulu saya pernah jualan batik dan jamu
    ya gitu deh..ga dirapiin keuangannya
    Jadilah dapat dan habis gitu aja hehehe

    Reply
  • Dian Radiata November 7, 2018 at 3:43 pm

    Menarik nih temanya. Jadi ikutan belajar cara mengelola keuangan juga. Thanks for sharing yaa

    Reply
  • Lina W. Sasmita November 8, 2018 at 12:27 am

    Pernah juga beberapa kali mencoba jualan, tapi susah banget memisahkan uang bisnis sama uang pribadi. Kecampur-campur terus.

    Reply

Post to Reply